Ahlan Wa Sahlan......Selamat Datang!!!!!!




S
elamat datang dan terima kasih kerana mengunjungi laman web kami yang terkini. Maklumat yang terdapat didalam laman web ini hanya akan berkisar pada keadaan semasa.

Semua grafik, artikel serta file video atau audio yang terdapat dalam laman ini adalah tertakluk dibawah hak Amiroel®. Sila email kepada webmaster jika anda berkehendakkan sesuatu dari laman web ini.

Jika anda ingin mempunyai bahan atau file yang sama dari laman ini, sila download file tersebut untuk kegunaan semula di laman anda.

Webmaster.
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Tuesday, March 17, 2009

MUHASABAH DIRI



Manusia dibekalkan oleh Allah dengan dua sifat, iaitu sifat keji dan sifat terpuji. Sifat-sifat ini tidak dibekalkan kepada binatang, jin dan malaikat. Bahkan malaikat itu sendiri dibekalkan dengan semata-mata taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya. Lantaran adanya sifat keji atau mazmumah dalam diri manusia, perlulah manusia itu menghisab atau muhasabah dirinya.


Hadis Rasulullah bermaksud: "Buatlah perhitungan ke atas dirimu sebelum kamu dihitung pada hari akhirat".


Perkara-perkara yang perlu dihisab pada diri setiap Muslimin dan Muslimat ialah:


Apakah ilmu Allah yang telah dipelajari?


Apakah amanah Allah yang telah disempurnakan?


Apakah Ilmu Allah yang telah disebari?


Kemanakah rezeki Allah dibelanjakan?


Bagaimanakah rezeki Allah digunakan?


Sudahkan anak-anak yang dikurniakan Allah diuruskan dengan kehendak Islam?


Sudahkan isteri-isteri yang dikurniakan Allah diuruskan dan dilayani seperti kehendak Islam?


Apakah sudah memberi makan kepada anak-anak yatim dan orang miskin?


Adakah anak dan isteri menjalankan solat dan sentiasa taat kepada Allah?


Adakah kesombongan diri dan ego telah menguasai diri?


Apakah diri sudah bersedia untuk menghadap Allah?


Sabda Rasulullah yang bermaksud: "Peliharalah diri kamu dan ahli keluarga kamu dari api neraka".




Sumber : daawah.com

Wednesday, March 04, 2009

Cermin diri


1. Senyum itu tanda kemesraan, diberi kepada manusia dianggap sedekah. Ketawa itu lambang kelalaian. Selalu dilakukan hati akan mati. Dibuat di hadapan manusia menghilangkan maruah diri.

2. Setiap kesalahan yang dilakukan jadikanlah pengajaran, insaflah ini tanda kelemahan diri, kesalilah keterlanjuran itu dan berazamlah tidak mengulanginya lagi.

3. Syukur nikmat dan sabar di dalam ujian amat mudah diucapkan tetapi amat sulit dilaksanakan.

4. Kesenangan dan kemewahan selalunya membawa kepada kesombongan dan kelalaian. Kesusahan dan penderitaan itu, selalunya membawa kekecewaan dan putus asa, kecuali orang yang mukmin.

5. Di antara tanda-tanda orang-orang yang sombong itu cepat melahirkan sifat marah, suka memotong percakapan orang, suka bermujadalah yakni bertegang leher, nampak di mukanya rasa tidak senang jika ada orang yang lebih darinya di satu majlis, bercakap meninggikan suara, pantang ditegur, tidak ada tanda-tanda kesal di atas kesalahan.

6. Orang yang sudah hilang sifat marah (dayus), cepat melahirkan sifat marah (lemah mujahadah). Orang yang ada sifat marah tapi dapat disembunyikan kecuali di tempat-tempat yang munasabah inilah manusia normal.

7. Tahu diri kita hamba itu adalah ilmu, merasa diri kita itu hamba itu penghayatan, yang kedua inilah akan lahir sifat tawaduk, malu, khusyuk, takut, hina dan lain-lain lagi sifat kehambaan.

8. Jika kita mengingati dosa, kita tidak nampak lagi kebaikan kita, apatah lagi untuk dibanggakan.

9. Lahirkan kemesraan kita sesama manusia kerana itu adalah haknya tapi jangan putus hati kita dengan ALLAH, ini adalah hakNYA pula.

10.Apabila rasa senang dengan pujian, rasa sakit dengan kehinaan menunjukkan kita ada kepentingan peribadi, tanda kita tidak ikhlas membuat kebaikan.



Thursday, January 29, 2009

8 Bad Habits Worth Breaking




From biting your nails to running late, how to kick bad habits to the curb


Breaking Habits That Are Just Annoying
Psychologists call them impulse-control habits: They're subconscious and automatic. And while they're not going to harm you -- or anyone else -- they're probably driving you, and everyone else, crazy.


The Habit: Smacking Gum
Why You Do It:
It's another oral fixation that serves as a security blanket when you're nervous or anxious.
How to Stop: The fastest and most effective solution? Switch to hard candy. But if you really don't want to give up gum, have a friend stop you every time she hears you doing it. Then keep smacking long enough to hear yourself and recognize what an irritating sound it is. You might be embarrassed enough to stop.


The Habit: Nail Biting
Why You Do It:
You use it to derive comfort and relieve stress. "Nail biting could be the adult version of thumb sucking," says Alan Strathman, associate professor of social psychology at the University of Missouri, Columbia.
How to Stop: First, note when you bite your nails, and then substitute another action. Keep a stress ball on your desk, or even play with Silly Putty the next time your fingers start tickling your teeth. You can also try wearing synthetic nails or painting your natural nails with a polish that has a foul taste. Or get a manicure. You'll look good, and after paying for the service, you'll think twice about ruining the results.


The Habit: Fidgeting
Why You Do It:
You have excess energy, perhaps from the surge in adrenaline caused by consuming too much caffeine or sugar, and it has to come out somehow. Just ask that pen you keep clicking.
How to Stop: If you're a large-triple-mocha drinker, cut back. To control energy peaks and troughs, it's also important to get enough exercise and sleep. And try converting the movement of your hands and legs into isometric exercises: Put your hands in your lap and concentrate on gently pushing your palms together. For your legs, place both feet flat on the floor and then push down. Do these exercises until the need to fidget subsides.


The Habit: Slouching
Why You Do It:
You may have slouched when growing up because you were self-conscious or taller than others or developed breasts before your peers, and the posture stuck. Or you might just be tired.
How to Stop: Take dance lessons, Pilates, or yoga to strengthen the abdominals and upper-back muscles. A simple shoulder-shrug exercise -- think of touching your shoulders to your earlobes -- is an even easier way to combat slouching. Do 10 rotations forward and 10 rotations back, says Phil Haberstro, executive director of the National Association for Health and Fitness, in
Buffalo. "This will raise consciousness of posture and help remind you to stand and sit tall," he says. "Regular physical activity helps combat the mental and physical fatigue that can contribute to slouching."


Breaking Habits That Waste Time


Late for work? Lost your keys again? Paralyzed by perfectionism? Kick these habits and you'll get much more done -- on time.


The Habit: Disorganization
Why You Do It:
You may be a visual processor. You like to be surrounded by a mess because it's stimulating -- and it reminds you to do your work. But it backfires, since you waste time searching for things.
How to Stop: Separate papers into a pile you need to do and a pile you can think about doing. Use folders or boxes in different colors. "One of my clients has 12 clipboards hung up in her office: six for current projects and six for those she may get to later," says Lynn Cutts, a Colorado-based certified life coach. "She's still being visually stimulated, but her stuff is organized." Set up a system that works for you, and start with basic steps, like putting your keys in the same place every day.


The Habit: Running Late
Why You Do It:
The nice reason? You're a pleaser and an overdoer, packing too much in. Not so nice? Deep down, you may think your time is more important than the time of those waiting. Either way, you lack some essential time-management skills.
How to Stop: When someone asks you to do something, don't accept right away. Say you'll get back to him, then decide whether you have the time. Also, figure out which tasks always seem to make you late. Maybe it's drying your hair in the morning: Time yourself to see how long it takes, then allot enough time in your routine. Tricks: Set your watch five minutes fast and build in time for unexpected delays. And always call ahead if you're running late. Not only is it gracious but the shame of making repeated calls might also be the incentive you need to be punctual.


The Habit: Perfectionism
Why You Do It:
Mom and Dad, who were probably perfectionists, had high expectations. ("Only a B, Mary?") You define yourself by what you do, yet nothing gets done.
How to Stop: Train yourself to care less. Deliberately do a poor job when performing a small chore -- one that has no professional or personal impact, like doing the dishes or making the bed. "You'll see the consequences aren't so dire," says Cutts. Set time limits for tasks, and use an alarm. There will be no room in the schedule for that "one more thing" to make it perfect. Finally, just for fun, do something at which you don't excel. If you're a shower diva (but know you're no Streisand), try singing lessons. Or play a weekend sport with a team that judiciously ignores the score.


The Habit: Procrastination
Why You Do It:
It's a strategy for managing the anxiety of having to complete a task.
How to Stop: Recognize that when you procrastinate, others may think you don't care about the job, and that's worse than completing something less than perfectly. One trick to get you started: Make a check out to an organization you despise and give it to a friend to hold. If you don't finish the self-assigned task by a certain date, have her mail the check. If you make yourself accountable for the consequences, it will motivate you to wrap up the task.


From Simple Life


Thursday, January 01, 2009

Mengapa Saya Harus Berhenti Merokok?


















Satu daripada bahagian paling penting bagi kajian untuk berhenti merokok adalah memahami motivasi yang anda inginkan untuk berhenti. Alasan keinginan berhenti kerana orang lain adalah satu penunjuk pasti kemungkinan akan menemui kegagalan — Orang yang berjaya berhenti kerana diri mereka , bukan kerana paksaan orang lain atau kerana perasaan bersalah untuk berhenti.

Fikirkan mengapa anda mahu berhenti

1. Meyakini keputusan anda untuk berhenti.

Janji pada diri anda sendiri bahawa anda akan lakukannya. Tidak mengapa jika anda mengalami perasaan berbelah bagi. Jangan biarkan ianya menghalang niat anda. Akan ada masa-masanya anda terasa seperti mahu kembali merokok.

Anda tidak harus melayan keinginan perasaan anda.

2. Mencari sebab untuk berhenti yang adalah penting untuk anda.

Fikirkan semua kemungkinan alasan untuk berhenti, termasuk semua yang mungkin tidak langsung berhubungan dengan kesehatan. Walaupun alasan kesehatan adalah alasan yang paling kukuh (kanser paru-paru dan yang berkaitan menyerang perokok di frekuensi yang lebih besar dan lebih awal daripada mereka yang tidak merokok), alasan lain juga dapat membantu mendorong Anda:


* Aku akan segera merasa sehat. Saya akan memiliki lebih banyak energi dan lebih fokus.. Deria-deria bau dan rasa saya akan lebih baik. Saya akan memiliki gigi lebih putih dan nafas lebih segar. Saya akan kurang batuk dan bernafas lebih baik.

* Saya akan menjadi semakin sihat sepanjang hidup saya. Saya akan dapat mengurangkan risiko kanser, serangan jantung, strok, kematian awal, katarak, dan kedutan kulit.

* Saya akan membuat pasangan saya, rakan-rakan, keluarga, anak-anak, cucu-cucu, dan rakan sejawatan bangga dengan saya.


* Saya bangga atas diri saya sendiri. Saya akan berasa lebih menguasai dalam hidup saya. Saya akan menjadi contoh kepada yang orang lain.

* Saya tidak akan lagi mendedahkan asap rokok kepada orang lain.

* Saya akan mempunyai satu bayi lebih sihat. (Jika anda hamil)

* Saya akan mempunyai lebihan wang untuk dibelanjakan.

* Saya tidak perlu lagi bimbang: “Bila saya akan mendapat peluang untuk merokok lagi?" atau “Apa yang perlu saya lakukan apabila saya dalam satu tempat larangan merokok?"

* Saya akan mempunyai lebih masa untuk diri sendiri, daripada mengambil masa untuk merokok, mengejar masa untuk membeli satu pek baru, atau memilih rokok yang sesuai dengan citarasa saya.

* Saya akan dapat berjalan menaiki tangga tanpa mengalami sesak nafas
atau batuk.

* Saya akan menjadikan diri saya contoh yang lebih baik untuk anak saya.


3. Mencatat semua alasan-alasan mengapa anda mahu untuk berhenti.

Senarai cara-cara bagi membanteras desakan untuk merokok. Pampangkan senarai anda di mana anda akan selalu melihatnya. Tempat tempat yang sesuai adalah:

* Di mana anda menyimpan rokok-rokok anda

* Dalam dompet anda atau bag tangan.

* Di dapur

* Dalam kereta anda

Apabila anda mencapai sebatang rokok anda akan menemui senarai anda. Ia akan mengingatkan anda mengapa anda ingin menberhenti merokok .

Sunday, November 30, 2008

Pesanan Dr Fadilah Kamsah

Dr.Fadhilah Kamsah menulis ........

Assalammualaikum. ......

Masa saya kecik-kecik dulu,mak selalu sangat suruh saya habiskan belen-belen( sisa-sisa) nasik yang dia makan ...dan pagi-pagi sebelum pergi sekolah,mak akan tuangkan air teh untuk saya minum itu dan macam biasa,mesti ada sikit belen ... tapi taklah everytime secara puratanya seminggu sekali mesti ada mak suruh buat macam itu ...

Dan sampailah saya dah besar panjang nie pun situasi ni still berjalan ....either belen makanan mak atau abah ... tapi kalau belen makanan anak-anak memang jadi satu kepantangan bagi mak atau abah untuk habiskan... kami kena habiskan sendiri atau akan dihabiskan oleh adik beradik yang lain ... samada kami perasan atau tidak ....so satu hari itu tergerak nak tanya pasal isu ini kat mak ...

Akhirnya mak dedahkan bahawa memang purposely dia buat macam itu sebab itu petua yang dia dapat dari arwah mak mentua dia sendiri ...arwah tok perempuan kami lah sebelah abah ....mak kata,supaya hati anak-anak sentiasa melekat kat mak bapak...dan saya sendiri akui kesannya .....makin umur kita meningkat,hati kita senantiasa belas tengok mak bapak kita yang makin tua itu..

Kalau kena marah ke kena tengking ke memang kami adik beradik diam membisu..jer lah namanya nak menjawab balik memang tak dak walaupun kita tahu yang kita betul dan mak pesan,dah ada anak sendiri esok ...jangan sekali-kali makan lebihan makanan anak... samalah ceritanya ..dan mak kata jugak, pagi-pagi jumaat masa dia bancuh air untuk kami semua,dia akan selawat 3 x dan berdoa semoga kami selamat pergi dan selamat balik ...dan guru saya pesan, antara kesan terbesar bagi ibu bapa yang tidak menunaikan solat maghrib ialah,mereka- mereka ini akan Allah cabut rasa hormat anak terhadap mereka ... solat berjemaahlah dengan anak-anak tiap kali waktu maghrib ... kalau ada lebih dari sorang anak,suruh sorang azan dan sorang Qiam ... kemudian berganti-ganti bacakan doa lepas solat... ini yang kami sekeluarga amalkan sampai sekarang ...

Saya personally memang cukup malu kalau tak sempat solat jamaah maghrib dengan mak abah secara praktiknya,inilah yang paling paling paling berkesan sekali ....tak caya try buat ...solat jamaah dengan anak-anak tiap kali maghrib .... dapat semua waktu lagi baik ...sangat besar 'rahsia' dan peranan dapur rupa-rupanya. ..dan jugak kesan solat jamaah walau hanya bagi waktu maghrib.

"Apabila kita kejar dunia,dunia akan lari; tetapi apabila kita kejar akhirat, dunia akan mengejar kita". Just to ambil iktibar untuk mendidik diri & family.Usia dunia sudah terlalu hampir ke penghujungnya, terlalu!

So,it's good if we can remind each other because in Rasulullah's last sermon,baginda pun did mention that all those who listen to him (on shall pass on his words to others,and those to others again; and may the last ones understand his words better than those who listen to him directly....

Yang baik datang dari Allah & yang kurang itu is from my weaknesses.Do impart this knowledge; you'll lose nothing.

Wallahu A'lam... Terima Kasih.